Category: Kehidupan

Exorcism

By sigid | April 30, 2009

kop-exorcism

[www.empireofthekop.com]

Dalam beberapa kebudayaan dikenal sebuah fenomena kerasukan dimana konon dalam pribadi orang yang kerasukan terdapat entitas gelap yang mengambil alih tubuhnya. Untuk merebut kembali orang tersebut dari entitas ini sering kali dilakukan pegusiran setan atau dalam bahasa keren-nya disebut exorcism.

Read more »

Stop Complaining

By sigid | March 18, 2009

Ketika saya masih kecil, pepatah yang sering menjadi indoktrinasi waktu itu adalah “rajin pangkal pandai” dan “hemat pangkal kaya”. Sebagaimana indoktrinasi pada umumnya, hal tadi sedikit banyak membentuk pola pikir kita selanjutnya. Dalam perkembangannya, orang secara tidak sadar menciptakan dunianya sendiri, dunia ideal menurut dia. Menurut logika-logika masing-masing yang dia anggap benar. Dunia adalah sebagaimana pikiran kita menyerapnya.

Sayangnya kehidupan kadang kala tidak seperti dunia yang kita install di kepala kita. Seringkali kita secara tidak sadar tidak mampu menerima dunia yang nyta dan tetap berpegang pada idealisme kita. Sebelum kita dihadapkan kepada kehidupan yang sebenarnya, menyiasati hal seperti ini agar tidak merampas kesejahteraan hati mungkin cukup sulit. Ini menurut saya yang membedakan mentalitas anak-anak dan orang dewasa. Orang dewasa yang sesungguhnya telah mencicipi segala ketidaktentuan dunia dan seni menjalani hidup. Normalnya orang yang telah merasakan hidup akan mampu menghargai kehidupan [I said normally (:| ]. Namun orang yang tidak mau melihat kehidupan sebenarnya dan selalu berpatok kepada versi dunia yang ada di pikirannya seringkali akan kecewa.

Read more »

Cukup

By sigid | February 12, 2009

Dua post dalam sehari …

Baru-baru ini saya bisa mendapatkan kontak kembali dengan teman lama. Sepuluh tahun sudah tidak pernah terjalin kontak dan sekarang dia sedang melayani negara sebagai pasukan perdamaian di Sudan. Senang rasanya memiliki kawan seperti itu, namun bukan itu yang ingin saya tuliskan.

Setelah obrolan ngalor-ngidul di YM dan sejak dia mengetahui bila frekuensi perjalanan saya dengan kereta api cukup tinggi dan sebuah pertanyaan klasik muncul. Dia bertanya kenapa saya tidak “membayar di atas” saja [tidak membeli tiket namun memberi sejuamlah uang kepada kondektur], biayanya akan jauh lebih murah. Saya tidak ingat sudah berapa kali saya mendapat pertanyaan seperti ini.

Spontan jawaban saya seperti ini:

Read more »

WordPress Themes