Mencoba Melepaskan Kecemasan

By sigid | September 10, 2007

Kecemasan, rasa takut, kebimbangan kadang timbul ketika pikiran kita kesulitan melihat sosok diri kita ke depan. Seperti halnya dalam dunia pekerjaan. Ketika kita belum meiliki pekerjaan yang aman, ketika kita belum punya tabungan yang cukup, ketika karir kita belum jelas. Pekerjaan, tabungan, karir merupakan contoh dari beberapa hal yang pikiran kita anggap sebagai jaminan dalam hidup. Hidup kita akan baik-baik saja jika kita memiliki semua hal tadi. Itulah yang ditanamkan pikiran kita sejak dulu.

Tidak dipungkiri bahwa hal tersebut sangat manusiawi, dialami banyak orang termasuk tentunya, saya. Yup, saya juga sedang mengalaminya. Tetapi bagaimana kita bereaksi terhadap hal tadi kadang menetukan apakah kita bisa berbahagia dengan apa yang telah kita punya sekarang. Kecemasan dan emosi negatif lain menutupi kepekaan kita dalam melihat kehidupan seutuhnya.

Ketika kita mencemaskan akan hari esok, kadang kita lupa bahwa di masa lalu kita melewati hari yang lebih berat dan kita berhasil. Kenapa dulu kita berhasil sementara waktu itu pun kondisinya tidak lebih baik dari sekarang.

6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

6:29 Namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Matius 6:25-30

Tuhan merawat kita dan Dia jauh lebih dekat daripada yang pernah kita kira. Manusia memang tidak seharusnya mengandalkan diri sendiri karena semua hal yang kita miliki, semua yang kita kira pencapaian kita sebenarnya berasal dari kemurahan Tuhan.

6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Kecemasan tidak merubah apapun, tapi kita bisa merubah diri kita. Kita bisa menyingkirkan emosi negatif yang menutupi kita dan membiarkan hati kita melihat kebahagiaan di sekitar kita. Kita memanggul beban yang sama meski kondisi hati kita cemas atau tidak. Tapi satu hal yang pasti, kita tidak perlu mencemaskan kehidupan kita karena Tuhan sendiri yang menjamin kita. Dengan memahami itu, semua yang kita anggap beban akan terasa lebih ringan, kenapa, karena Tuhan selalu membantu kita. Dia asuransi kita.

9 Comments

  • By caplang™, September 11, 2007 @ 3:47 am

    selama tidak berlebihan, rasa cemas dan takut itu wajar…

  • By sigid, September 11, 2007 @ 4:20 am

    Betul, manusiawi, asal kecemasan tidak menghalangi kita untuk berbahagia :wink:

  • By baliazura, September 12, 2007 @ 4:20 am

    semua hidup dari,ada karena Tuhan.
    tiada yang sendirian untuk satu saat pun

  • By sigid, September 12, 2007 @ 6:22 am

    @ baliazura

    Betul kita tidak pernah sendiri, kadang susah sekali untuk menyadi hal tersebut hingga kita mendapatkan pengalaman hidup.

  • By danalingga, September 12, 2007 @ 2:53 pm

    Jika sudah berserah diri, apalagi yang perlu dicemaskan toh? ;)

    *sayang saya sendiri masih cemas*

  • By sigid, September 14, 2007 @ 12:46 am

    Sama :mrgreen:

  • By Equity Calculator, March 1, 2010 @ 2:25 pm

    What do you call a pimp who doesn’t like blow jobs? A headless whoresman

  • By Calculator, March 1, 2010 @ 2:25 pm

    I dont agree with you Umh, that’s a nice set of legs, what time do they open?

Links to this Post

  1. Persepsi dan Seni Melihat « Se A Vida E — October 2, 2007 @ 9:38 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

WordPress Themes