Refleksi
Kemarahan, keputusasaan, membuatku sadar bahwa pada saat itu aku dikalahkan setan dalam pertempuran.
Perasaan putus asa, marah, benci, menghakimi diri sendiri sebenarnya berasal dari mana? Apakah murni dari kita atau dari setan yang disamarkan dia seakan berasal dari kita.
Kesabaran pasti tidak ada batasnya tapi manusia yang membuat batas.
Mukjizat? Kehidupan ini adalah mukjizat.
Kesaksian ? “Lord, I live and I’m fine.” Itulah kesaksianku.
Berserah diri memiliki arti yang dalam, kadang menjadi rancu apakah seseorang berserah diri ataukah putus asa karena bermacam usaha telah membentur tembok. Aku ingin menjadi yang berserah diri.
Seperti batas yang kabur ketika dahulu aku bertanya apakah aku telah menjadi sabar dalam kehidupan ataukah hanya menjadi tidak peduli.
Tuhan, apakah aku masih mati rasa?
Life insurance ? I said God’s Insurance covers every single thing in every single time.
Mungkin Tuhan tidak selalu memberikan apa yang aku minta, tapi Dia selalu memberikan yang terbaik.
Kawula ngakeni Gusti bilih kawula sampun nglampahi dosa, sarana gagasan, tetembungan lan tindak tanduk tuwin margi nglirwakaken kewajiban. Kawula nyuwun pangapunten Gusti.
Semboyan berani mati kebanyakan hanya bentuk kemalasan moral dan omong kosong. Namun justru orang yang berani tetap hidup dan selalu menjadi berkat serta kedamaian bagi sekitarnya merupakan orang yang hebat.
Seperti kata St. Paul, orang yang dipenuhi banyak karunia tetapi tidak punya kasih, apakah artinya? Jadi, sepertinya memiliki karunia sekaligus kasih merupakan pilihan yang bagus.
Hidup bukan sebatas benar atau salah, hidup adalah hidup.
Apa gunanya seorang menjadi tidak terkalahkan dalam debat theologis jika hanya membuat seorang merasa menjadi ‘terbaik’. Kerendahan hati tidak dicapai lewat persaingan.
Evil often looks good on the outside even though rotten in the core. I wonder if this lead some men willingly sold their soul to the world and proud of it.
Bersambung …






  


By hoek, September 21, 2007 @ 3:11 pm
menyentuh sangadh kawan…saia jadi sadar suda berapa kali dikalahkan sama setan, yang ternyata itu saia sendiri……………
salut!
keep on blog yak!
By sigid, September 23, 2007 @ 5:57 am
He he, ketahuan deh kalo saya sering putus asa.
Makasih ya mas ….
By Liexs, September 25, 2007 @ 1:55 pm
Ya, karena setan bisa berujud sebagai manusia juga,dan terkadang itu pada diri kita sendiri.
By sigid, September 26, 2007 @ 2:31 am
Benar, setan bisa berwujud apapun dan setan itu punya banyak cara untuk menggoda manusia. Bahkan lewat hal-hal yang tampaknya remeh.
By mulut, November 13, 2007 @ 6:27 pm
welgedewelbeh
salam kenal …. pengetahuan dan kebijaksanaan adalah harta tertcecer yang boleh dipungut siapa saja
By sigid, November 14, 2007 @ 8:12 am
Salam kenal,
Memungut kebijaksanaan yang tercecer ternyata jauh lebih sulit dari yang saya banyangkan.
Anyway, saya ingin terus mencoba
By abee, December 28, 2007 @ 10:54 am
woy…………..nulis lagi…….
By sigid, December 28, 2007 @ 2:55 pm
Mengko dhisik mas, lagi mriang je iki
By Ws, February 21, 2008 @ 8:30 pm
salam kenal huehue
baru baca renungan ini hehe
sangat memberkati!
By sigid, February 22, 2008 @ 2:14 pm
Salam kenal mas Stefanus
Hi hi, sudah lama permenungannya ndak nyantol di sini eh.
By cantigi, September 17, 2008 @ 5:39 pm
halo mas Sigid, salam kenal.. ^_^
makasih banyak udah dukung IBSN. semoga kita tetap jadi manusia sederhana yg terus berbagi hal bermanfaat bagi kebaikan sesama. semoga kesehatan selalu dilimpahkan bagi semua keluarga.
IBSN link exchange updated.. ^_^
By sigid, September 26, 2008 @ 4:41 pm
@ cantigi
Salam kenal juga mas …
By tomyarjunanto, December 15, 2008 @ 12:08 pm
kekhawatiran adalah isyarat doa
entah jiwamu menjadi tenang atau tidak
cinta selalu menghajar yang dicintai dengan keras
maturnuwun atas pdf De Mellonya